PEPADANG BAKAL TUMEKA angrantu sinambi jumangkah ing dalan kang peteng kebak sandungan mecaki lurung lurung kang dawa satengahing ara-ara samun bumi kang kapidak kebak sinengker anggawa ganda bacin manuk manuk dhandhang kekitrang wayah sore peteng kang gemuleng ing angganing manungsa
Minggu, 18 Desember 2011
JEJAK NUSANTARA
Dianggap benua yang hilang, Atlantis memancing aneka spekulasi ilmiah. Fakta atau mitos?
JUM'AT, 25 FEBRUARI 2011, 19:39 WIB
Renne R.A Kawilarang, Elin Yunita Kristanti, Ismoko Widjaya
Gambaran Kota Atlantis yang hilang ditelan lautan (The Sun)
BERITA TERKAIT
Infografik: Menjelajahi Jejak Piramida
VIVAnews - Atlantis adalah misteri yang menggoda para ilmuwan, dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang, konon, hilang. Setidaknya, ribuan buku telah ditulis ihwal legenda itu.
Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM. Pada tahun sama pula Plato meninggal. Dikisahkan di kedua karya itu, Atlantis adalah kota dengan peradaban tinggi dan teknologi sangat maju.
Atlantis, kata Plato, punya kekuatan maritim dahsyat, dan berada di depan "Pilar-pilar Hercules." Tanahnya subur, rakyatnya makmur. Dia semacam surga di bumi, yang wilayahnya meliputi barat Eropa hingga Afrika. Plato mengatakan, Atlantis hadir sekitar 9.000 tahun sebelum mazhab Solon, atau 9.600 tahun sebelum zaman Plato hidup.
Kejayaan Atlantis, kata Plato, mulai pudar setelah gagal menguasai Athena, negeri para dewa dan dewi. Petaka menimpa Atlantis sehingga pulau itu hilang ditelan laut dalam hitungan hari. Para penghuni yang selamat pergi mencari tempat baru. Atlantis akhirnya menjadi "surga yang hilang."
Memang, banyak orang ragu pada cerita Plato yang mirip dongeng itu. Tapi, seperti dijelaskan Alan Cameron dalam buku "Greek Mythography in the Roman World" terbitan Oxford (2004), mitologi adalah tiang bagi budaya elit bangsa Yunani. Meski banyak yang meragukan kebenarannya, tapi kisah itu bisa jadi refleksi peristiwa tertentu di masa lalu.
Atlantis, misalnya, menjadi diskusi menarik setelah Zaman Pencerahan. Ada bantahan, parodi, hingga penjelasan ilmiah. "Tampaknya hanya di zaman modern orang-orang menganggap serius kisah Atlantis," tulis Cameron.
Ada yang menyebut cerita itu diilhami kisah masa lalu, seperti letusan Gunung Thera atau Perang Troya. Atau simak juga klaim bahwa Plato terilhami sejumlah peristiwa kontemporer di masanya, seperti runtuhnya dinasti Helike pada 373 SM. Atau, gagalnya invasi militer Athena atas Pulau Sisilia pada perang tahun 415-413 SM.
Di awal peradaban moderen, kisah Atlantis itu dihidupkan kembali oleh para penulis aliran humanis di era Renaissance Eropa. Salah satunya Francis Bacon, yang menerbitkan esei berjudul "New Atlantis" pada 1627.
Dalam tulisannya, Bacon melihat Atlantis sebagai suatu masyarakat utopis yang dia sebut Bensalem.
Letaknya di pesisir barat benua Amerika. Penulis lain tak mau kalah. Olaus Rudbeck, melalui tulisannya pada 1679, beranggapan Atlantis berada di negara kelahirannya, Swedia. Negara itu disebut Rudbeck sebagai awal lahirnya peradaban, termasuk bahasa.
Ilmuwan kenamaan Inggris, Sir Isaac Newton pun unjuk pendapat. Pada 1728, penemu teori gravitasi itu menerbitkan karya berjudul "The Chronology of the Ancient Kingdoms Amended." Newton juga penasaran mempelajari penjelasan mitologis terkait Atlantis.
Meski tak menyinggung khusus Atlantis, Newton memaparkan peristiwa bersejarah di sejumlah tempat, yang punya masa gemilang mirip Atlantis versi Plato. Misalnya, kejayaan Abad Yunani Kuno, Kekaisaran Mesir, Asuriah, Babilonia, Kuil Salomo, dan Kerajaan Persia.
Mitologi Atlantis juga membuat rezim Nazi di Jerman terusik. Pada 1938, seorang pejabat tinggi polisi khusus Nazi, Heinrich Himmler, kabarnya membentuk tim ekspedisi ke Tibet. Soalnya, ada cerita Atlantis itu dibangun bangsa Arya, nenek moyang orang-orang Jerman. Misi itu gagal. Keyakinan Nazi itu belakangan diragukan sejumlah ilmuwan.
Jejak di Nusantara
Perburuan, dan spekulasi keberadaan Atlantis terus dicari sepanjang zaman. Sejumlah karya lahir, dan menunjukkan daerah tertentu diduga bagian dari 'Kejayaan yang Tenggelam' itu.
Indonesia juga masuk dalam daftar spekulasi para peneliti dan peminat mitologi Atlantis. Misalnya, Profesor Arysio Santos dari Brazil. Dia geolog dan fisikawan nuklir. Lalu, ada ahli genetika dari Oxford, Inggris, Profesor Stephen Oppenheimer. Keduanya menduga wilayah Indonesia memendam sisa-sisa 'Surga Yang Hilang' itu.
Santos menampilkan peta wilayah Indonesia dalam bukunya yang terbit pada 2005, "Atlantis: The Lost Continent Finally Found." Benua hilang itu kemungkinan berada di sebagian Indonesia dan Laut China Selatan, demikian keyakinan Santos. Dalam karya itu, dia mengklaim telah melakukan riset perbandingan, seperti kondisi wilayah, cuaca, potensi sumber daya alam, gunung berapi, dan pola hidup masyarakat setempat.
Dalam buku itu, dia berhipotesis, wilayah Nusantara dulunya adalah Atlantis. Bagi Santos, indikasi itu antara lain soal luas wilayah. Seperti dikatakan Plato, Atlantis “lebih besar dari gabungan Libya (Afrika Utara) dan Asia (Minor)”. Indonesia, oleh Santos, dianggap cocok dengan karakter geografi itu.
Video wawancara Santos di laman YouTube, menampilkan dia tak ragu bahwa Atlantis benar-benar ada, dan bukan sekedar mitos. Santos menjelaskan mengapa selama ini para ilmuwan gagal menemukan Atlantis, dan ragu akan keberadaan kota yang hilang itu. "Karena mereka mencarinya di tempat yang salah. Mereka mencarinya di Laut Atlantis," kata dia dalam wawancara di YouTube, seperti dimuat laman Hubpages.
Anggapan Atlantis berada di Samudera Atlantis, memang logis. Namun, itu bukan lokasi yang tepat. "Atlantis berada di Lautan Hindia [Indonesia], di belahan lain bumi," kata dia. Di belahan bumi timur itulah, peradaban bermula. Namun, kata dia, Samudera Hindia atau Laut China Selatan sebagai lokasi Atlantis hanya batasan. "Lebih pastinya di Indonesia," lanjut Santos.
Sebelum zaman es berakhir 30.000 sampai 11.000 tahun lalu, di Indonesia terdapat daratan besar. Saat itu permukaan laut 150 meter lebih rendah dari yang ada saat ini. Di lokasi itulah tempat adanya peradaban. Sementara, sisa bumi dari Asia Utara, Eropa, dan Amerika Utara masih diselimuti es.
Pulau-pulau yang tersebar di Indonesia dianggap sebagai puncak gunung, dan dataran tinggi dari suatu benua yang tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, dan amblesnya dataran rendah di akhir Masa Es Pleistocene. Itu terjadi sekitar 11.600 tahun lampau. "Itu adalah rentang waktu sama dengan dipaparkan Plato dalam dialog ciptaannya saat menyinggung Atlantis," tulis Santos pada bagian pendahuluan di bukunya.
Berbeda dengan keyakinan para peneliti sebelum atau pada generasi Santos, dia pun optimistis bahwa Indonesia, yang disebut sebagai bekas peninggalan Atlantis, menjadi cikal bakal lahirnya sejumlah peradaban kuno.
Para penghuni wilayah yang selamat dari naiknya permukaan air laut dan letusan gunung berapi akhirnya berpencar mencari tempat-tempat. Mereka "pindah ke wilayah-wilayah yang kini disebut India, Asia Tenggara, China, Polynesia, Amerika, dan Timur Dekat," tulis Santos.
Penjelasan serupa juga dikemukakan penulis asal Inggris, Stephen Oppenheimer, dalam buku "Eden in The East: The Drowned Continent of Southeast Asia" (1998). Dia menulis suatu benua yang tenggelam akibat banjir bandang, dan naiknya permukaan air laut sekitar 7.000 hingga 14.000 tahun yang lampau.
Wilayah yang tenggelam itu berada di wilayah yang kini disebut sebagai Asia Tenggara. Oppenheimer menyebut benua tenggelam itu sebagai Sundaland. Para penghuni yang selamat saat itu lalu menyebar ke berbagai tempat hingga ke Eropa, membawa budaya dan pola hidup mereka. Itu sebabnya Oppenheimer berasumsi asal-usul ras Euroasia di Eropa bisa ditelusuri di Asia.
Oppenheimer pun yakin bahwa para penghuni Sundaland saat itu punya peradaban maju dari wilayah-wilayah lain. "Mereka sudah mengembangkan pola menyambung hidup, dari sekadar berburu binatang menjadi bertani, berkebun, mencari ikan, bahkan perdagangan melintas laut. Semua itu sudah dilakukan sebelum 5.000 tahun yang lampau," demikian penggalan asumsi dari Oppenheimer.
Sejarah selama ini mencatat induk peradaban manusia modern berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut Sundaland, atau Indonesia.
Apa buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia," kata Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya di Jakarta, Oktober 2010. Tentu, pendapat ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Universitas Oxford itu, memberi paradigma berbeda dari yang ada selama ini bahwa peradaban paling awal berasal dari Barat.
Berbeda dengan Santos, Oppenheimer tak langsung menyimpulkan Sundaland adalah Atlantis. Dia sendiri mengakui butuh penelitian lebih lanjut, dan berharap ada kerjasama dengan peneliti di Indonesia, untuk menjelaskan Sundaland adalah Surga yang Tenggelam itu. Tapi, Oppenheimer meyakini Sundaland di wilayah Nusantara itu punya peradaban sangat maju di masanya.
Ilmu semu?
Pendapat Santos dan Oppenheimer mengenai jejak Atlantis dan Indonesia sebagai bekas pusat peradaban itu di satu sisi mengundang pesona. Tapi tak semua pihak percaya atas klaim itu. Menariknya, justru ilmuwan Indonesia sendiri mengkritik pandangan dua pengamat asing itu.
Profesor Riset Astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, meragukan cerita Atlantis itu. Bagi Djamaluddin, kisah Atlantis itu hanya sekadar cerita, dengan nilai ilmiah yang minim.
Dengan kata lain, penjelasan Atlantis yang dilontarkan para peneliti selama ini masuk dalam pseudosains, atau ilmu semu. "Ini bukan ilmiah. Ini pseudosains. Antara cerita dengan fakta ilmiah itu bercampur di sana," kata ilmuwan Indonesia, Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan VIVAnews beberapa waktu lalu.
Tapi kata Djamaluddin, Atlantis tak lebih dari sekadar cerita karangan Plato yang melegenda. "Kalau itu dijadikan fakta ilmiah sejarah geologi, Plato itu hanya berdasarkan pemahaman dia. Plato tak menyebutkan data," jelas Djamaluddin.
Peneliti lulusan lulusan Kyoto University, Jepang, itu juga menilai sejarah geologi tak memperlihatkan Indonesia adalah Atlantis. "Tulisan sejenis Santos ini sudah beredar lama. Itu hanya dugaan saja," ujarnya.
Bantahan lain, misalnya datang dari geolog senior dari BP Migas, Awang Satyana. Dalam satu acara bedah buku Santos, sekitar dua tahun silam, Awang mengatakan Santos tak mengajukan bukti dan argumentasi geologi.
Sundaland, kata Awang, adalah paparan benua stabil yang tenggelam 15.000 – 11.000 tahun lalu oleh proses deglasiasi akibat siklus perubahan iklim. “Bukan oleh erupsi volkanik. Erupsi supervolcano justru akan menyebabkan musim dingin dalam jangka panjang,” ujar Awang.
Bahkan soal migrasi manusia Sundaland ke sekujur bumi, kata Awang, berlawanan dengan bukti penelitian migrasi manusia modern secara biomolekuler.
Pakar geologi dari Universitas Padjajaran, Oki Oktariadi, mengingatkan dugaan lokasi Atlantis bukan hanya Indonesia. Ada banyak wilayah seperti Andalusia, Pulau Kreta, Santorini, Tanjung Spartel, Siprus, Malta, Ponza, Sardinia, Troy, dan lain-lain.
"Hasil penelitian terbaru oleh Kimura's (2007) menemukan beberapa monumen batu di bawah perairan Yonaguni, Jepang yang diduga sisa-sisa dari peradaban Atlantis atau Lemuria," demikian paparan Oktariadi dalam makalahnya yang berjudul "Benarkah Sundaland itu Atlantis yang Hilang?"
Walau kebenarannya masih diragukan, bagi Oktariadi, penelitian itu punya nilai positif bagi Indonesia. Setidaknya, negeri ini lebih dikenal di dunia internasional, khususnya di antara para peneliti di berbagai bidang. "Pemerintah Indonesia perlu menangkap peluang ini,” tulis Oktariadi. (np)
Jumat, 16 Desember 2011
Anda Ingin Tahu Apa Yang Dibuat Oleh Seorang Guru
Dari blog tetangga...
Dari pidato seorang Kepala Sekolah pada acara wisuda …
Dia berkata “Dokter ingin anaknya menjadi seorang dokter …
Insinyur ingin anaknya menjadi insinyur …
Pengusaha ingin anak buahnya menjadi CEO …
NAMUN guru juga ingin anaknya menjadi salah satu dari mereka!
Tak seorang pun ingin menjadi guru KARENA PILIHAN “… Sangat menyedihkan tapi itulah kebenaran!
Para tamu makan malam sedang duduk di meja membicarakan kehidupan. Seorang pria — seorang CEO — memutuskan untuk menjelaskan masalah dengan pendidikan. Dia berargumen, “Apa yang dipelajari anak-anak dari seseorang yang memutuskan pilihan terbaik dalam hidupnya adalah menjadi guru? “
Untuk menekankan hal itu ia berkata kepada tamu lain;
“Kau seorang guru, Bonnie. Jujurlah apa yang Anda lakukan?.”
Guru Bonnie, yang memiliki reputasi untuk kejujuran menjawab,
“Kau ingin tahu apa yang saya buat?
(Ia berhenti sejenak, lalu mulai …)
“Yah, aku membuat anak-anak bekerja lebih keras daripada yang pernah
mereka pikirkan bisa.
Saya membuat C+ merasa seperti Medali Kehormatan pemenang.
Aku membuat anak-anak duduk selama 40 menit di dalam kelas ketika orangtua mereka tidak dapat membuat mereka duduk selama 5 menit tanpa iPod, Game Cube atau sewa film.
Anda ingin tahu apa yang saya buat?
(Dia berhenti lagi dan menatap setiap orang dan setiap di meja)
Aku membuat anak-anak terheran-heran.
Aku membuat mereka pertanyaan.
Aku membuat mereka meminta maaf dan bersungguh-sungguh.
Aku membuat mereka memiliki respek dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Aku mengajari mereka bagaimana menulis dan kemudian saya membuat mereka menulis.
Papan ketik bukanlah segalanya.
Aku membuat mereka membaca, membaca, membaca.
Saya membuat mereka menunjukkan semua pekerjaan mereka dalam matematika.
Mereka menggunakan otak yang diberikan Tuhan mereka, bukan kalkulator buatan manusia.
Aku membuat siswa saya dari negara lain belajar segala sesuatu yang mereka perlu tahu tentang bahasa Inggris sambil menjaga identitas budaya yang unik mereka.
Aku membuat ruang kelas saya sebuah tempat di mana semua murid saya merasa aman.
Akhirnya, aku membuat mereka mengerti bahwa jika mereka menggunakan karunia yang diberikan kepada mereka, kerja keras, dan mengikuti hati mereka, mereka dapat berhasil dalam kehidupan
(Bonnie berhenti untuk terakhir kalinya dan kemudian melanjutkan …)
Kemudian, ketika orang mencoba untuk menilai saya tentang apa yang saya perbuat, dimana saya mengetahui bahwa uang bukanlah segalanya, saya bisa mengangkat kepala saya dengan tinggi dan menaruh perhatian karena mereka bodoh. Anda ingin tahu apa yang saya buat?
Aku MEMBUAT PERBEDAAN DALAM HIDUP ANDA SEMUA, mendidik anak-anak DAN MEMPERSIAPKAN MEREKA MENJADI CEO, DAN DOKTER DAN INSINYUR …
Apa yang Anda lakukan Pak CEO?
Rahangnya turun, ia terdiam.
Berikut ini naskah aslinya dalam Bahasa Inggris:
From A School Principal’s speech at a graduation…
He said “Doctor wants his child to become a doctor…
Engineer wants his child to become engineer…
Businessman wants his ward to become CEO…
BUT a teacher also wants his child to become one of them!
Nobody wants to become a teacher BY CHOICE”… Very sad but that’s the truth!
The dinner guests were sitting around the table discussing life. One man, a CEO, decided to explain the problem with education. He argued, “What’s a kid going to learn from someone who decided his best option in life was to
become a teacher?” To stress his point he said to another guest; “You’re a teacher, Bonnie. Be honest. What do you make?”
Teacher Bonnie, who had a reputation for honesty and frankness replied,
“You want to know what I make?
(She paused for a second, then began…)
“Well, I make kids work harder than they ever thought they could.
I make a C+ feel like the Congressional Medal of Honor winner.
I make kids sit through 40 minutes of class time when their parents can’t make them sit for 5 min. without an iPod, Game Cube or movie rental.
You want to know what I make?
(She paused again and looked at each and every person at the table)
I make kids wonder.
I make them question.
I make them apologize and mean it.
I make them have respect and take responsibility for their actions.
I teach them how to write and then I make them write.
Keyboarding isn’t everything.
I make them read, read, read.
I make them show all their work in math.
They use their God given brain, not the man-made calculator.
I make my students from other countries learn everything they need to know about English while preserving their unique cultural identity.
I make my classroom a place where all my students feel safe.
Finally, I make them understand that if they use the gifts they were given, work hard, and follow their hearts, they can succeed in life
( Bonnie paused one last time and then continued…)
Then, when people try to judge me by what I make, with me knowing money isn’t everything, I can hold my head up high and pay no attention because they are ignorant. You want to know what I make?
I MAKE A DIFFERENCE IN ALL YOUR LIVES,EDUCATING KIDS AND PREPARING THEM TO BECOME CEO’s ,AND DOCTORS AND ENGINEERS…
What do you make Mr. CEO?
His jaw dropped; he went silent.
DIALOG QOLBU KETIKA LUPA SIAPA TUHANNYA
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ......
... Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja .......
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk .........
Di 1 tempat, engkau duduk disebuah kursi selama
15 menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU
Melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.
AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.
Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu.
Engkau memandang 3 atau 4 meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut
namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU
berikan, tetapi engkau tidak melakukannya .......
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan
berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,
engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........
Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap
hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.
Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari
ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
........Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ...... tak juga kau menyapaKU.
Subuh ........ Dzuhur ....... Ashyar ..........
Magrib ......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....
tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak
ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU ..........
Apa salahKU padamu ...... wahai HambaKU?????
Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang
KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat
kepadaKU ............!!!!!!!
Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon
perlindungan KU, bersujud menghadap KU ...... Yang
selalu menyertaimu setiap saat ........
Sabtu, 10 Desember 2011
SENJA ITU AMBANG HIDUP DAN MATI
Jalanan yang dilalui adalah sebuah jalan setapak di mana kanan kiri masih banyak berdiri pohon-pohon besar yang mungkin usianya sudah ratusan tahun, alam seraya memberikan suport kekuatan ketika mengiringi derap langkah kaki ini, acap kali ternampak babi hutan yang cukup besar berlarian menjauh dariku mungkin karena terkejut dan ketakutan. Suasana alam yang rindang oleh kayu-kayu tua dan semak-semak yang tebal menjadikan kesunyian perjalanan itu semakin terasa,...namun kesejukan dan kerindangannya menjadikan satu kekuatan akan sebuah tujuan. Sepanjang dan selama perjalanan alam pikiranku senantiasa jauh melang-lang akan masa depan apa yang terjadi untuk diriku, ketika realita sangat jauh dengan angan-angan ini.
Dalam perantauan ini sungguh sesuatu yang amat berat dan sulit untuk menapaki secercah harapan yang berbuah manis manakala ingat akan keseharianku hanyalah sebagai guru honor di UPT transmigrasi di Tallo, yang sumber daya alamnya cukup minus dan nyaris tidak ada pendapatan yang bisa maksimal dalam memenuhi hajat hidup warga trasmigrasi. Mengapa bukan sesuatu yang minus kalau hanya mengandalkan hasil rotan yang harus dicarinya di dalam hutan rimba yang notabene jauh dari tempat tinggal warga. Sementara hasil pertanian hanya mengandalkan tanah gersang tadah hujan, yang hanya bisa ditanami singkong dan palawija, itupun harus membutuhkan penanganan yang serius bagi petani yang memang benar-benar paham dan telaten dalam mengolahnya, dengan tidak mengenal capek dalam seharian di ladang.
Ketika teringat menjadi seorang guru honor di lokasi trans yang terisolir adalh sebuah pengalaman yang sangat berharga, anak-anak yang polos dan lugu dengan segala keterbatasannya, mereka rajin dan giat dalam segala aktivitas kegiatan sekolahnya, sesekali saya tersenyum sendiri dalam perjalanan ini disaat terlintas dalam benak hatiku, kala itu sepulang dari acara perayaan HUT RI bersama SD-SD satu gugus ada seorang ibu guru yang masih gadis hendak ikut bersama mendapingi siswa-siswi SD untuk mengisi acara tersebut, namun dengan alasan guru pendamping diperbolehkan hanya dua maka ibu tersebut tidak jadi ikut. Dalam rombongan siswa siswi SD yang mewakili adalah murid kelas VI yang rata-rata perempuan dan sudah besar-besar,. Bersambung,.....................
GAMBARAN GURU PROFESIONAL
UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen menetapkan jabatan guru sebagai pendidik profesional, setingkat dokter, apoteker, lawyer, dan lain-lain. Dilihat dari kompetensinya terdapat empat peringkat kompetensi guru: profesional, tukang ngajar, juru ngajar, dan pramu bahan ajar. Tukang bekerja mengikuti pola/ model tertentu yang sudah dihafal. Juru bekerja berdasarkan petunjuk atasan untuk mengerjakan pekerjaan teknis. Pramu bekerja berdasarkan perintah atasan untuk menyajikan sesuatu. Sedangkan profesional bekerja berdasarkan lima prinsip kerja profesi: 1) disiplin ilmu yang diperoleh saat mengikuti pendidikan, 2) pelatihan profesi, 3) pengalaman yang panjang dalam melaksanakan tugas profesi, 4) pengembangan profesi melalui forum-forum ilmiah, dan 5) berperilaku sesuai kode etik profesinya.
Jadi, Guru yang mengajar dengan mengikuti pola/ model yang dihafal, ini tukang mengajar. Guru yang mengajar berdasarkan juklak/ juknis atasan, ini juru ngajar. Guru yang mengajar sekedar menyampaikan bahan ajar yang diperintahkan atasannya, ini pramu bahan ajar. Sedangkan Guru profesional adalah guru yang sangat ahli mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaan yang bermutu dengan berpijak pada lima prinsip kerja profesi tersebut secara mandiri. Cara kerjanya seperti dokter. Dalam bekerja, dokter tidak berdasarkan model/pola tertentu, juklak/juknis, atau perintah direktur rumah sakitnya tapi berdasarkan lima prinsip kerja profesi tersebut secara mandiri.
Bagaimana kompetensi profesional guru Indonesia? Meskipun saat ini sudah banyak guru yang lulus sertifikasi tapi gambaran komptensi profesional guru saat ini adalah sebagai berikut. Sebagian besar guru bingung ketika diminta mengembangkan Standar Isi dan SKL 2006 menjadi kurikulum operasional/ kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Sebagian besar guru terkaget-kaget ketika diminta mempraktikkan model pembelajaran kreatif-inovatif seperti example non example, picturre and picture, numbered heads together, jigsaw, problem based introduction, dan lain-lain karena hanya mahir menggunakan dua metode: ceramah dan tugas/PR. Sebagian besar guru tidak mengerti menggunakan penilaian autentik, authentic assessment, dalam penilaian KTSP: portofolio, produk, kinerja, proyek, dan pengamatan disertai rubriknya, karena hanya tahu teknik tes obyektif untuk semua kompetensi dasar (KD). Dan sebagian besar guru menyerah ketika diminta membuat karya ilmiah. Padahal semua itu adalah pekerjaan pokoknya.
Gambaran komptensi guru seperti itu menunjukkan bahwa guru kita jauh dari profesional. Peringkat komptensi mereka antara tukang - pramu. The World Competitiveness Score Board melaporkan bahwa peringkat kualitas guru Indonesia berada pada urutan ke-59 dengan score 33,81 sedangkan Malaysia pada peringkat ke-28 dengan score 65,88. Hal tersebut paralel dengan hasil tes umum untuk guru TK/SD rata-rata 34,26 sedangkan di luar guru TK/SD rata-rata 40,15 dan khusus untuk nilai matematika dan sains rata-rata 13,24-22,33 (Kompas, 27-10-2009).
Meskipun demikian, guru tidak bisa disalahkan! Mereka adalah korban kebijakan pemerintah. Pemerintah mencetak guru melalui LPTK. Pemerintah tidak menyiapkan LPTK sebagai lembaga pencetak guru profesional. LPTK disiapkan untuk mencetak tukang ngajar, juru ngajar, atau pramu bahan ajar saja. Hal ini terlihat dari kurikulum dan model pembelajarannya. Kurikulum LPTK sarat didaktik-metodik, kosong subject matter. Model pembelajarannya hanya hafalan konsep dan teori didaktik-metodik. Mahasiswa pendidikan IPA S1 misalnya, tidak diberi materi sains level sarjana tapi hanya diberi materi metode mengajar IPA SMP/SMA/SMK dengan content sains IPA level SMA/SMP/SMK pula. Dengan demikian, mahasiswa tersebut ilmu sainsnya tak bertambah: sama dengan waktu duduk di SMA/SMK. Ia hanya mendapat tambahan ilmu metode pengajaran sains. Kemudian model penilaiannya tidak dengan teknik authentic assessment tapi dengan pencil and paper test yang hanya mengukur tingkat hafalan konsep dan teori didaktik-metodik, bukan mengukur kompetensi implementasi didaktik-metodik.
Mahasiswa memang diwajibkan praktik mengajar tapi praktikum ini asal-asalan saja karena tidak disupervisi dan dinilai oleh asesor profesional. Praktikum diserahkan sepenuhnya kepada guru pamong yang dicomot dari guru tempat praktikum. Hal ini sangat jauh berbeda dengan mahasiswa kedokteran yang melakukan co-ass. Mahasiswa kedokteran yang co-ass benar-benar diuji kompetensi profesi dokternya dengan penilaian berbasis kompetensi dokter dengan indikator-indikator terukur oleh asesor profesional.
Dengan kurikulum dan model pembelajaran LPTK seperti ini sudah dapat ditebak bahwa lulusannya tidak mampu mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran yang bermutu karena dua hal: 1) penguasaan materinya hanya selevel SMA/SMK dan 2) ilmu metodiknya tidak fungsional karena tidak kompeten mengimplementasikannya. Umumnya lulusannya mengajar dengan penguasaan materi pas-pasan dan dengan metode mengajar konvensional turun temurun yang diperoleh dari pengalamannya ketika sekolah dulu, bukan berdasarkan ilmu didaktik-metodik yang diperoleh di bangku kuliah. Mereka kalah hebat dengan instruktur bimbingan belajar alumni non LPTK.
Sesuai dengan amanat UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas guru dicetak dalam lembaga pendidikan profesi guru (PPG). Untuk itu, Pemerintah jangan hanya megganti LPTK lama dengan baju baru PPG. Pemerintah harus benar-benar menyiapkan PPG sebagai pencetak guru profesional yang berbeda secara substansial dengan LPTK.
Untuk menjadikan PPG sebagai pencetak guru profesional maka pemerintah harus menetapkan dua hal: 1) persyaratan mahasiswa dan 2) kurikulum dan model pembelajaran. Mahasiswa harus diambil dari sarjana (S1) ilmu murni dengan seleksi yang ketat. Sedangkan kurikulum dan model pembelajarannya harus berbasis kompetensi profesi guru. Jangan berbasis materi keguruan dan kependidikan seperti di LPTK saat ini. Proses pembelajarannya harus berupa pemberian pengalaman belajar berdasarkan ilmu didaktik-metodik, bukan disuruh menghafal konsep dan teori didaktik-metodik. Kemudian asesmennya jangan hanya dengan model paper and pencil test dan pengamatan ala kadarnya oleh guru pamong saat praktik mengajar tapi harus dengan uji kompetensi profesi guru dengan teknik penilaian produk dan kinerja oleh asesor profesional. Jadi, persis seperti calon dokter yang co-ass.
Selanjutnya PPG hanya memberikan sertifikat profesi guru kepada mahasiswa yang lulus uji kompetensi profesi guru yang dilakukan oleh asesor profesional secara ketat seperti calon dokter yang diuji oleh dokter senior yang juga dosen saat co-ass. Jika demikian cara Pemerintah menyiapkan PPG maka akan lahir guru profesional di negeri tercinta.
ORANG-ORANG BUTA DAN GAJAH
Semua penduduknya buta. Seorang raja beserta rombongannya lewat dekat kota itu;
... ia membawa pasukan dan bertenda di gurun. Raja itu mempunyai seekor gajah perkasa,yang digunakannya untuk berperang dan membuat rakyat kagum.Penduduk kota itu sangat antusias ingin melihat gajah tersebut, dan beberapa dari mereka yang buta itu pun berlari seperti orang tolol untuk mendekatinya. Karena sama sekali tak tahu rupa atau bentuk gajah, mereka hanya bisa meraba-raba, mencari kejelasan dengan menyentuh bagian tubuhnya. Masing-masing hanya menyentuh satu bagian,
tetapi berpikir telah mengetahui sesuatu. Sekembalinya ke kota, orang-orang yang
hendak tahu segera mengerubungi mereka. Orang-orang itu tidak sadar bahwa mereka
mencari tahu tentang kebenaran kepada sumber yang sebenamya telah tersesat.
Mereka bertanya tentang bentuk dan wujud gajah, dan menyimak semua yang
disampaikan. Orang yang tangannya menyentuh telinga gajah ditanya tentang bentuk gajah. Jawabnya, "Gajah itu besar, terasa kasar, luas,dan lebar seperti permadani."
Lalu, orang yang meraba belalai gajah berkata, "Aku tahu yang lebih benar tentang bentuk gajah. Gajah itu mirip pipa lurus bergema, mengerikan dan suka merusak."
Terakhir, orang yang memegang kaki gajah berkata, "Gajah itu kuat dan tegak, seperti
tiang." Masing-masing hanya menyentuh satu bagian saja, dan keliru memahaminya. Tak ada akal yang tahu segalanya: pengetahuan bukanlah sahabat orang buta. Semua membayangkan sesuatu, sesuatu yang salah. Ciptaan tidak mengetahui tentang keilahian. Tak ada jalan dalam pengetahuan ini yang bisa ditempuh dengan kemampuan biasa.
______________________
Kisah Bijak Para Sufi
PENTINGKAH PROFESIONALISME SEORANG GURU
SUPER CAMP
"Saya adalah anak yang pandai dan berhasil di sekolah, namun belajar tidak pernah menjadi hal yang menyenangkan bagi saya. Kini belajar adalah hal yang menyenangkan tanpa perasaan cemas dan lelah seperti yang saya rasakan sebelumnya."(Rosemary Bova)
"Karena belajar menjadi begitu menyenangkan, maka tak ada lagi batasan dalam diri saya. Kini saya tahu bahwa saya dapat belajar apapun. Mengatakan bahwa kecerdasan saya berkembang sepuluh kali lipat bukan hal yang terlalu berlebihan"(D.C.Cordova, Partner)
"Kurikulum di SuperCamp adalah kombinasi dari beberapa unsur, dikembangkan dari suatu falsafah bahwa belajar dapat dan harus menyenangkan"
Ada tiga unsur yang mendasar dalam kurikulum SuperCamp yakni: Pertama Ketrampilan Akademik kedua Ketrampilan dalam hidup dan ketiga Tantangan-tantangan fisisk.
LEARNING QUANTUM
10 Ciri Guru Profesional.
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Refleksi untuk Anda
2. Jika anda punya rekan baru, bimbinglah dan berikan support dan dukungan untuk maju dengan cara selalu berkomentar positip untuk hal-hal yang dilakukannya. Tempatkan diri anda pada dirinya, maka anda akan menjadi rekan kerja yang supportif dan mau mengerti.
3. Saat rapat, usahakan lah memberikan ide yang terbaik, masalahnya bukan pada diterima atau tidak, tapi sudahkah anda belajar meyakinkan orang lain bahwa ide andalah yang terbaik. Hal yang terbaik ketika meyakinkan rekan sekerja adalah dengan menggunakan data yang berupa hasil riset.
4. Jadilah guru yang berpikiran terbuka atas ide atau pendapat orang lain, menyadari kelemahan dan kekuatan diri kita sendiri, dijamin makin hari wawasan dan kualitas diri kita sebagai guru akan bertambah.
5. Ciptakan jaringan bagi diri sendiri yang membuat anda semakin hari berubah kearah guru yang lebih baik. Gunakan situs pertemanan seperti facebook untuk membuat jaringan pada pribadi-pribadi yang membuat anda bersemangat untuk maju. Jangan gunakan situs pertemanan untuk pelarian ketika anda mempunyai masalah dengan rekan sekerja di sekolah. Sambil berusaha sedikit demi sedikit menyelesaikan hal yang mungkin menjadi ganjalan , buktikan bahwa jika anda tidak mendapatkan support yang baik disekolah anda bisa mendapatkannya dengan bantuan teknologi.
6. Semua guru berbeda, seperti juga terhadap siswa, sebagai rekan kita semestinya menjadikan perbedaan itu sebagai anugrah. Dengan menyadari perbedaan, pikiran kita akan lebih cepat terbuka ketika menerima kritik, masukan dan ide dari rekan sekerja. Saat yang sama kita menjadi lebih jujur mengenai kelebihan dan tidak malu mengatakan kekurangan sebagai pribadi.
7. Jangan takut untuk dibicarakan oleh orang lain ‘dibelakang’. Terkadang sebagai guru, hanya karena takut dibicarakan orang lain dibelakang, guru menjadi malas untuk berinovasi dan melakukan sesuatu dengan cara yang kreatif dan beda. Padahal jika sebagai guru, kita yakin bahwa hal yang kita lakukan demi kebaikan siswa, untuk apa pusing mendengarkan pendapat orang lain. Mari mensucikan niat bahwa semua hal yang terbaik yang kita lakukan adalah demi mempersiapkan masa depan siswa, bukan demi karier, demi dipuji rekan, atasan dan orang tua siswa.